Kilauan Mataku

Anak Soleh - Aeman



Sungguh merdu lagu dan penuh makna bagi yg merasai dan menjiwai..
rasa rindu,rasa bersalah,rasa berdosa,kesepian dan pelbagai perasaan mengoncang kalbu bila dgr lagu nih..
pagi tadi boleh ar plak sorang member aku sedih tahap gaban sampai bengkak mata.. sorang lagi relaks je.. aku plak ditengah2 sedih2 n senyum2 coz homesick.. :D
semuanya gara2 pasal lagu nih time nak exam.. time nak exam baru nak insaf.. ade ke patut? wallahualam... :D

pertama sekali..
ape yg aku boleh paparkan kata2 kwn aku itu hipokrit nangis mase nih coz ye ar..
mungkin ada benarnya coz lepastu mane budak2 yg degil bukan insaf pun.. tapi pada aku mereka yg lalai & leka pasti akan rasa sebak xterhingga seperti vedio di atas..

pendapat kawan aku plak..dia n org tuanya heran disaat lagu camnih diputarkan..ramai org nangis.. padanya mungkin xterasa sgt coz dia dan org tuanya dah biasa hidup susah dan berbakti..hari2 cium tangan org tua pergi & balik sekolah.. blajar sungguh2, berdoa n wat ape org tua soh..xde makna insaf time nih je @ sekejap2..
itu katanya pada aku.. aku pun membenarkan katanya.. :D


Labels:

posted by Amrixxx @ 5:09 PM, ,

Image Hosting by imagefra.me

QANA’AH DALAM KEHIDUPAN

Qana’ah artinya rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang yang berlebihan. Qana’ah bukan berarti hidup bermalas-malasan, tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Justru orang yang Qana’ah itu selalu giat bekerja dan berusaha, namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, ia akan tetap rela hati menerima hasil tersebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Sikap yang demikian itu akan mendatangkan rasa tentram dalam hidup dan menjauhkan diri dari sifat serakah dan tamak. Nabi Muhammad SAW Bersabda :

" Abdullah bin Amru r.a. berkata : Bersabda Rasulullah SAW, sesungguhnya beruntung orang yang masuk Islam dan rizqinya cukup dan merasa cukup dengan apa-apa yang telah Allah berikan kepadanya. (H.R.Muslim)

orang yang memiliki sifat Qana’ah, memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada pada dirinya adalah ketentuan Allah.

Firman Allah SWT :

" Tiada sesuatu yang melata di bumi melainkan ditangan Allah rezekinya". (Hud : 6)

B. Qana’ah dalam kehidupan

Qana’ah seharusnya merupakan sifat dasar setiap muslim, karena sifat tersebut dapat menjadi pengendali agar tidak surut dalam keputusasaan dan tidak terlalu maju dalam keserakahan. Qana’ah berfungsi sebagai stabilisator dan dinamisator hidup seorang muslim. Dikatakan stabilisator, karena seorang muslim yang mempunyai sifat Qana’ah akan selalu berlapang dada, berhati tentram, merasa kaya dan berkecukupan, bebas dari keserakahan, karena pada hakekatnya kekayaan dan kemiskinan terletak pada hati bukan pada harta yang dimilikinya. Bila kita perhatikan banyak orang yang lahirnya nampak berkecukupan bahkan mewah, namun hatinya penuh diliputi keserakahan dan kesengsaraan, sebaliknya banyak orang yang sepintas lalu seperti kekurangan namun hidupnya tenang, penuh kegembiraan, bahkan masih sanggup mengeluarkan sebagian hartanya untuk kepentingan sosial. Nabi SAW bersabda dalam salah satu hadisnya :

„ Dari Abu Hurairah r.a. bersabda Nabi SAW : „ Bukanlah kekayaan itu banyak harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati". ( H.R.Bukhari dan Muslim)

karena hatinya senantiasa merasa berkecukupan, maka orang yang mempunyai sifat Qana’ah, terhindar dari sifat loba dan tamak, yang cirinya antara lain suka meminta-minta kepada sesama manusia karena merasa masih kurang pusa dengan apa yang diberikan Allah kepadanya.

Disamping itu Qana’ah juga berfungsi sebagai dinamisator, yaitu kekuatan batin yang selalu mendorong seseorang untuk meraih kemajuan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap bergantung kepada karunia Allah.

Berkenaan dengan Qana’ah ini, Nabi Muhammad SAW telah memberikan nasehat kepada Hakim bin Hizam sebagaimana terungkap dalam riwayat berikut ini :

„ Dari Hakim bin Hizam r.a. Ia berkata : saya pernah meminta kepada Rasulullah SAW dan beliaupunmemberi kepadaku. Lalu saya meminta lagi kepadanya, dan beliaupun tetap memberi. Kemudian beliau bersabda : „ Hai Hakim ! harta ini memang indah dan manis, maka siap yang mengambilnya dengan hati yang lapang, pasti dieri berkat baginya, sebaliknmya siapa yang mengambilnya dengan hati yang rakus pasti tidak berkat baginya. Baaikan orang makan yang tak kunjung kenyang. Dan tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah. Berkata Hakim ; Ya Rosulullah ! Demi Allah yang mengutus engkau dengan kebenaran, saya tidak akan menerima apapun sepeningal engkau sampai saya meninggal dunia. Kemudian Abu Bakar RA. (sebagai Khalifah) memanggil Hakim untuk memberinya belanja ( dari Baitul Mal) tetapi ia menolaknya dan tidak mau menerima sedikitpun pemberian itu. Kemudian Abu Bakar berkata : Whai kaum muslimin ! saya persaksikan kepada kalian tentang Hakim bahwa saya telah memberikan haknya yang diberikan Alah padanya". (H.R.Bukhari dan Muslim )

Qana’ah itu bersangkut paut dengan sikap hati atau sikap mental. Oleh karena itu untuk menumbuhkan sifat Qana’ah diperlukan latihan dan kesabaran. Pada tingkat pemulaan mungkin merupakan sesuatu yang memberatkan hati, namun jika sifat Qana’ah sudah membudaya dalam diri dan telah menjadi bagian dalam hidupnya maka kebahagiaan didunia akan dapat dinikmatinya, dan kebahagiaan di akhirat kelak akan dicapainya. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam salah satu hadisnya :

„ Qana’ah itu adalah simpanan yang tak akan pernah lenyap". (H.R.Thabrani)

demikianlah betapa pentingnya sifat Qana’ah dalam hidup, yang apabila dimiliki oleh setiap orang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan mendorong terwujudnya masyarakat yang penuh dengan ketentraman, tidak cepat putus asa, dan bebas dari keserakahan,seta selal berfikir positif dan maju.

Betapa tidak, karena sebenarnya dalam Qana’ah terkandung unsur pokok yang dapat membangun pribadi muslim yang menerima dengan rela apa adanya, memohon tambahan yang pantas kepada Allah serta usahadan ikhtiar, menerima ketentuan Allah dengan sabar, bertawakkal kepada Allah, dan tidak tertarik oleh tipu daya dunia.


Firman Allah dalam Surah al-Baqarah ayat 195 :

…Dan janganlan kamu mencampakkan diri kamu ke dalam kebinasaan…



kredit to:- http://annilasyiva.multiply.com

Labels:

posted by Amrixxx @ 5:50 PM, ,

Image Hosting by imagefra.me

Syair Imam Syafie

Biarkan hari-hari itu melakukan apa saja,
Bertenanglah bila qada
menjatuhkan hukuman,
Jangan tersentak dengan
peristiwa duka malam hari,
Peristiwa di dunia ini
sebenarnya tidak lama.

Aku akan menjelajah
ke segenap pelusuk negeri
Aku tidak menghiraukan samada cita-citaku
tercapai atau aku mati keseorangan
Jika ku binasa atau
mati maka segala-galanya
terserah kepada Allah
Dan jika ku terselamat
tidak lama aku akan kembali

Nasihat Imam Shafie r.a.
"Kita sering mencela zaman, pada hal zaman tidak bersalah. Kitalah sesungguhnya yang salah. Kita telah menyalahgunakan zaman. Kita sering mencaci zaman yang tidak berdosa. Seandainya zaman boleh berkata-kata, ia pun akan mencaci kita."

Labels:

posted by Amrixxx @ 5:52 PM, ,

Image Hosting by imagefra.me

Imam Hanafi –Pendebat Kebenaran

Buku Ilmuan yg menarik nih aku beli dan baca bagi menambahkn iman aku serta menguatkan skil berdebat kat webkl dan speedfinger nanti..ehehe.. Buku ini mengisahkan kehidupan Imam Hanafi pada zaman khalifah Islam yg kejam seperti Al-Hajjaj dan lain2 kecuali Khalifah Umar Abdul Aziz.

Imam Hanafi dilahirkan lebih dahulu daripada imam-imam mazhab yang lain (Imam Miliki,Imam Hanbal dan Imam Syafie) Nama sebenarnya An Nukman bin Thabit lahir pada 80 Hijrah. Mendapat gelaran Abu Hanifah kerana beliau mendapat seorang anak bernama Hanifah. Ada juga mengatakan beliau suka membawa dakwat ke mana sahaja beliau pergi, digelar Hanifah bererti dakwat dalam bahasa Parsi.

Sejak kelahiran beliau,bapa dan ibunya sangat berharap anaknya menjadi seorang ulama. Pada usia remajanya beliau cenderung dalam bidang perniagaan namun ibunya berusaha menarik minat beliau ke arah bidang keilmuan agama. Akhirnya beliau ke arah bidang tersebut. Beliau belajar dengan 200 ulama termasuklah beberapa sahabat Nabi SAW seperti Abdullah bin Abbas bin Abdul Muttalib dan Abdullah bin Mas’ud. Namun begitu, dalam masa yang sama beliau tidak meninggalkan bidang perniagaan. Kehidupannya senang/kaya namun cara hidupnya sederhana. Beliau banyak membantu orang ramai yang dalam kesusahan, menghalalkan hutang (10 ribu dirham) seorang sahabatnya dan pendek kata beliau juga seorang pemurah dan dermawan.

Diantara kenangan manisnya, Ketika beliau masih berguru dengan Imam Hammad di Madinah. Datanglah utusan Khalifah menjemput Imam Hammad ke Baghdad untuk berdebat dengan seorang cerdik pandai (Dahri) dari kerajaan Rom. Memandang semua ulama di Baghdad tidak mampu menjawab soalan-soalan dari Dahri tentang kewujudan tuhan, maka Imam Hammad membawa sekali imam Hanafi sebagai pengiringnya. Tiba di sana, Imam Hammad terasa gelisah mendengar khabar soalan dari Dahri yang memeningkan kepala. Akhirnya, Imam Abu Hanifah tampil menawarkan diri untuk menjawab soalan-soalan Dahri.

Dipendekkan cerita, semua soalan tersebut dengan mudah dijawab oleh Imam Abu Hanifah walaupun ketika beliau masih muda. Pulanglah Dahri ke Rom dengan malunya. Di dalam buku novel tersebut, ada beberapa lagi siri pendebatan diantara beberapa ulama-ulama.


Debat Perdana (bab 7)


Khalifah Yazid berdukacita akibat kedtgn seorng lelaki yg mengaku namanya Dahri (Utusan Maharaja Rom).Lelaki itu berjaya memalukna dgn mencabar semua ulama2 di Baghdad berdebat tetapi tiada siapa yg dapat mengalahkannya. Lebih 40 ulama telah ditewaskan oleh Dahri.

Imam Hammad yakni guru Imam Abu Hanifah diutuskan untuk berhadapan dan berdebat dgn Dahri. Umat islam pada masa nih sudah berpecah coz ada pelbagai fahaman agama seperti Muktazilah,Syiah,Jabariyah dan mcm2 lagi. Dengan kedatangn Dahri membuat umat islam huru hara dan semakin rosak. Antara soalan cepu emas dari dahri adalah Allah itu wujud, klu wujud dimana tempatnya? Dan byk lagi persoalan tentang Allah swt.

Pada asalnya Imam Hammad menolak cabaran debat tersebut tetapi memikirkan nasib umat islam yg berpecah dia menerimanya.. Dia meminta tempoh 3 hari utk mencari ilham. Suatu hari Imam Hammad bermimpi berada disebuah dusun buahan yg lebat lagi indah. Disana ada sepohon kayu yg rendang dan lebat buahnya.Tiba2 muncul seekor khinzir memakan buah2an yg ranum dari pokok itu. Bukan itu sahaja tapi daun2 dan dahan2 kayu habis dimusnahkanya. Yang tinggal hanya batangnya sahaja. Kemudian muncul seekor harimau daripada pangkal pohon itu lalu menerkam serta membunuh khinzir tersebut.

Imam Abu Hanifah juga mempunyai kelebihan dikurniakan ilmu mentafsir mimpi. Menurut tafsiran Imam Abu Hanifah, dusun yg luas dan indah adalah agama Islam, pokok yg berbuah lebat itu adalah sekalian ulama yg masih terdapat pada hari ini. Manakala sepohon kayu yg masih tinggal itu adalah tuan (Imam Hammad) sendiri. manakala khinzir yg tetiba muncul merosakkn pohon itu adalah Dahri.Harimau yg keluar lalu membunuh khinzir itu adalah saya. Oleh itu, Imam Abu hanifah meminta izin dari Imam Hammad utk berdepan dgn Dahri utk memadamkn kesombongannya.

Imam Hammad berasa gembira mendengar kata2 anak muridnya itu kerna Imam Abu Hanifah pernah berguru dengan Abdullah bin Abbas serta Abdullah bin Mas’ud (sahabat nabi). Imam Hammad segera memberitahu khalifah mewakilkan Imam Abu Hanifah utk berdebat dgn Dahri. Pada mulanya khalifah tidak setuju tapi Imam Hammad dpt meyakinkan Khalifah bahawa Imam Abu Hanifah memiliki ilmu yg tinggi serta berguru dengan lebih 200 ulama termasuk sahabat nabi. Akhirnya khalifah setuju.

Pada waktu yg ditetapkn mereka pun berdebat.
Dahri mula2 bangun lalu naik ke atas mimbar masjid kemudian berucap dgn suara yg Tinggi. . Mereka menuduh aku org yg tidak mempunyai pegangn agama krn tiada wujudnya tuhan. Mmg benar aku tidak beragama dan tidak percaya wujud tuhan. Kerna itu aku mencabar ulama2 yg mengaku taat kepada agama dan yakin wjudnya tuhan supaya berdebat dgn aku. Dahri yg bijaksana..

Abu Hanifah bangun lalu berkata,” Wahai lelaki yg sombong, org yg tahu jawapnnya pasti dapat menjawab soalan2 kamu itu. Suara Imam Abu hanifah memeranjatkn Dahri dan menyetakkan kaum muslimin yg hadir.Dahri sendiri yg terkejut. Matanya memandang tajam kearah anak muda itu.

Imam Abu Hanifah berkata lagi “ wahai Dahri yg sombong kerana tidak percaya kpd tuhan. Hari ini saya yg akan mencabar kamu.Dengan izin Allah saya akan menjawab semua soalan2 kamu!

Siapa kamu? Berani sungguh menyahut cabaran aku.Sedangkn ulama2 yg hebat2, yg berserban besar dan berjubah labuh sudah aku kalahkan.inikan pula budak hingusan seperti kamu. Dahri bersuara lanatang membidas Imam Abu Hanifah.

Lalu Imam Abu Hanifah memperkenalkan diri.Nama akuNukman tapi org mengenali sebagai Abu Hanifah. Dahri dgn bongkak menyatakan jgn bermimpi dapat mengalahkannya.

Ketahuilah Dahri.Allah tidak mengurniakan kemuliaan dan kebesaran itu pada serban yg besar ataupun jubah yg labuh. Allah menurniakan kemuliaan kepada org yg berilmu dan bertakwa,”kata Imam Abu Hanifah lalu membacakn surah al-mujadalah yg bermaksud “ Allah meninggikan darjat org beriman dan berilmu diantara kamu dengan beberapa darjat.”

Dahri menutup telinga kerana tidak suka bacaan ayat2 al-Quran..

Antara pedebatan beliau adalah seperti berikut ;- Contoh Debat

Antara kisah debat lain Imam Abu Hanifah dlm buku ini adalah seperti berikut:-


Imam Abu hanifah pernah disoal oleh kaum muktazilah yakni bilakah org laki dan pompuan cukup baligh serta bila plak cukup umur bagi anak anjing.

Lalu Imam Abu Hanifah menjawab “cukup umur bagi lelaki adalah kuar air mani kerana mimpi manakala perempuan pula adalah hari pertama dtg haid. Manakala bagi soalan cukup umur bagi anjing, Imam Abu Hanifah xdapat jawab lalu minta tangguh bebrapa hari kerana tak tahu. Beliau bertemu dgn seorang Yahudi yg membela anjing bagi mengetahui jawapannya.. Lalu org yahudi tuh menjawab apabila anjing itu pandai kencing berdiri. Imam Abu Hanifah menganggap org yahudi itu sebagai guru coz memberinya ilmu tentang anak anjing nih..

Antara debat lain semasa Imam Abu Hanifah dimadinah adalah dimana dia disoal oleh ulama2 disana mengenai cukup imam sahaja baca Al-fatihah utk solat jemaah sedangkn lebih 10 ulama lain tidak bersetuju pendapat beliau. Dipendekkan cerita, Imam Abu Hanifah meminta ulama2 tersebut menghantar seorang sahaja wakil utk berdebat ngan dia kerana tak adil.Keesokkannya, 10 ulama itu berselisih faham utk memutuskan siapa yg patut jadi wakil. Akhirnya 10 ulama telah capai kata sepakat memilih seorang dari mereka.bersetuju menghantar seorg wakil yg tinggi ilmu serta paling tua dikalangan mereka.

Lalu sambil tersenyum Imam Abu Hanifah menyatakan,; Kamu sudah memilih salah seorang menjadi wakil, adakah kamu akan terima apa shj yg dia perkatakan? Lalu ulama lain menyatakan ya kerana dia paling layak.

“Begitulah juga dgn solat.Imam itu dilantik dgn persetujuan org ramai. Yg paling tua umurnya, yg paling baik pekertinya,paling berilmu pengetahuan dan paling penting fasih lidahnya membaca Al-fatihah. Apabila kamu sepkat melantik seorang menjadi imam, cukup dia seorang sahaja membaca al-fatihah seperti kamu sepakat melantik dia menjadi wakil serta bersetuju apa yg diperkatakan,kata Imam Abu Hanifah.


Oleh kerana beliau hidup dalam peralihan dua zaman pemerintahan Islam iaitu zaman pemerintahan Bani Umaiyyah dan Bani Abbasiah. Bahananya terpercik ke atas diri beliau. Disebabkan pengaruh beliau amat besar kepada umat (di Kufah) Khalifah Marwan (Bani Umaiyyah) ingin melantik beliau sebagai Kadi ataupun ketua perbendaraan Kufah. Beliau menolak jawatan tersebut dengan baik, namun beliau dituduh seorang yang menyokong kebangkitan Bani Abbasiyah. Beliau menolak jawatan tersebut kerana tidak mahu bersepakat dengan orang-orang zalim. Disebabkan itulah, beliau dipenjarakan. Selama 2 minggu, namun dibebaskan kerana khalifah takut pengikut Imam Abu Hanifah dan penduduk Kufah semakin menjadi pemberontakannya.

Pada masa Khalifah Abu Jaafar al Mansur (Bani Abbasiyyah) berkuasa, ketika itu dia masih mencari pengaruh dalam umat. Dia nampak imam Hanafi mampu membawa pengaruh umat kepada Khalifah Abu Jaafar sekiranya beliau bekerja dengannya. Sekali lagi, Imam Abu Hanifah ditawarkan jawatan kadi/ ketua perbendaraan Negara. Namun beliau tetap tolak jawatan tersebut dengan alasan yang sama. Walaupun, beliau dihadiahkan dan digajikan yang tinggi, beliau tetap menolaknya. Khalifah Abu Jaafar mengarahkan Imam Abu Hanifah dipenjarakan. Di dalam penjara, beliau berkali-kali diajak menjawat jawatan tersebut, namun beliau tetap menolaknya. Sehinggalah beliau disebat setiap hari. Khalifah Abu Jaafar memanggil ibunya menziarah dan memujuk anaknya(Imam Abu Hanifah) menerima jawatan tersebut. Ibunya datang ke penjara. Dengan perasaan kesalnya melihat keadaan Imam Abu Hanifah yang terseksa di dalam penjara. Berkata ibunya “Wahai anak bonda yang dikasihi. Suatu ketika dulu bonda berasa amat bangga dan gembira kerana kamu menjadi orang yang banyak ilmu dan disanjung tinggi. Tetapi sekarang bonda berasa amat berdukacita melihat keadaanmu, kerana itu lebih elok kamu buang sahaja dan lemparkan jauh-jauh yang kamu dapati kerana tidak ada manfaatnya. Apa yang kamu dapati sekarang adalah dikurung di dalam penjara, dipukul dengan cemeti setiap hari dan rantai yang membelit tubuhmu.”

Kata pula Imam Abu Hanifah “Wahai ibuku, anakanda bersyukur dengan apa yang Allah kurniakan. Sekiranya anakanda hendakkan kemewahan dunia, tentu anakanda dapatinya. Tetapi anakanda mengutamakan keredaan Allah sertamemelihara ilmu pengetahuan yang selama ini anakanda pelihara sekiranya menuju kemurkaan Allah”

“Anakku, cuba beritahu bonda mengapa anakanda menolak jawatan itu? Bukankah itu perintah khalifah” tanya ibu Imam Abu Hanifah.

“Ibu, khalifah sekarang bukan seperti khalifah Abu Bakar, Umar, Uthman dan Ali. Sekiranya mereka mencontohi khalifah Umar Abdul Aziz pun sudah cukup membuat anakanda mahu berkhidmat denganya. Tetapi khalifah sekarang ini berlaku zalim. Lihatlah apa yang baginda lakukan pada anakanda.Demi Allah, anakanda tidak akan bersubahat dengannya” jawab Imam Abu Hanifah.

Akhirnya, beliau mati diracun oleh Khalifah Abu Jaafar. Selepas beliau pergi untuk selama-lamanya, Khalifah Abu Jaafar berasa menyesal atas perbuatannya dan sering terbayang-bayang wajah Imam Abu Hanifah dalam ingatannya.

Ulasan yang hendak saya bahaskan, buku novel ini menceritakan gaya hidup seorang ulama yang terulung. Penulis banyak mengaitkan situasi politik/siasah pada ketika itu dan disalang-silangkan nasib-nasib orang-orang yang zalim seperti Gabenor Kufah, Al Hajjaj bin Yusof At-Thaqafi. Dia seorang yang bertanggungjawab menyerang Kaabah dan membunuh Abdullah bin Zubair. Akhir hayatnya, dia ditinggalkan oleh pengikutnya dan umat kerana penyakit yang misteri.

Buku Nih sangat menarik bagi pengemar2 dan mengenali tokoh2 ISlam walaupun mase sekolah dulu dah tau tapi kekadng lupa jugak coz lame tinggal kan.. lepas nih aku nak cari kisah Saidina Ali. Dalam Kisah Imam hanafi nih juga ada menceritakan mengapa terjadinya puak syiah utk pengetahun Imam Hanafi bertanyakn pada ulama lain yg memberitahu hubungan Rasulullah dan Saidina Ali seperti Nabi Musa dan Harun . Untuk mengetahui kisah lanjut sila dapatkan buku nih erk..ehehe :D

Labels:

posted by Amrixxx @ 4:26 PM, ,

Image Hosting by imagefra.me

Dimanakah Tahap Solat Kita?




Dalam era membaiki diri ini, kita nilaikan sembahyang kita, nanti akan terjawap kenapa kita tidak dibantu, dan ini juga gambaran secara keseluruhannya, mengapa umat islam terbiar dan tiada pembela dan umat islam kini tidak lagi menjadi umat yang agung seperti dulu.



Golongan Pertama


Kita boleh lihat hari ini sudah ramai umat islam yang tidak sembahyang, bahkan ramai juga yang tidak tahu hendak sembahyang; mereka telah jatuh kafir. Imam Malik berkata bahawa jatuh kafir kalau tidak sembahyang tanpa sebab. Imam Syafie kata jatuh fasik (pun masuk neraka juga) kalau ia masih yakin sembahyang itu fardu.

Golongan Kedua


Orang yang mengerjakan sembahyang secara zahir sahaja, bacaan pun masih tak betul, taklid buta, main ikut-ikut orang saja. Belajar sembahyang maupun secara rasmi atau tak rasmi tak ada. Ilmu tentang sembahyang tiada. Golongan ini tertolak bahkan berdosa besar dan hidup dalam keadaan derhaka kepada Allah Taala.


Golongan Ketiga

Orang yang mengerjakan sembahyang, bahkan tahu ilmu mengenai sembahyang, tetapi tak boleh lawan nafsu terhadap tarikan dunia yang kuat. Jadi mereka ini sekejap sembahyang, sekejap tidak. Kalau ada masa dan mood baik; ia sembahyang, kalau sibuk dan terkocoh kacah, ada program kenduri, pesta ria, berziarah, bermusafir, letih dan penat, maka ia tak sembahyang. Orang ini jatuh fasik.


Golongan Keempat

Orang yang sembahyang, kalaupun ilmunya tepat, fasih bacaannya, tetapi tak khusyuk kalau diperiksa satu persatu bacaannya, lafaznya banyak yang dia tak faham, fikirannya tak terpusat atau tak tertumpu sepenuhnya pada sembahyang yang dilaksanakannya itu disebabkan tak faham apa yang dia baca. Cuma main hafal saja. Jadi fikirannya terus tertumpu pada dunia dan alam sekelilingnya. Fikirannya mengembara dalam sembahyang, orang ini lalai dalam sembahyang. Neraka wail bagi orang jenis ini.

Golongan Kelima

Golongan yang mengerjakan sembahyang cukup lima waktu, tepat ilmunya, faham setiap bacaan sembahyang, fatihahnya, doa iftitahnya, tahiyyatnya, tapi tak dihayati maksud dalam sembahyang itu. Fikirannya masih melayang mengingatkan perkara dunia, dek kerana faham saja tetapi tidak dihayati. Golongan ini dikategorikan sebagai sembahyang awamul muslimin.


Golongan Keenam


Golongan ini baik sedikit dari golongan yang ke lima tadi, tetapi main tarik tali di dalam sembahyangnya, sekali sekala khusyuk, sekali sekala lalai pula. Bila teringat sesuatu di dalam sembahyangnya, teruslah terbawa-bawa, berkhayal dan seterusnya. Bila teringat Allah secara tiba- tiba, maka insaf dan sedarlah semula, cuba dibawa hatinya serta fikirannya untuk menghayati setiap kalimat dan bacaan di dalam sembahyangnya. Begitulah sehingga selesai sembahyangnya. Ia merintih dan tak mahu jadi begitu, tapi terjadi jua. Golongan ini adalah golongan yang lemah jiwa. Nafsunya bertahap mulhamah (ertinya menyesal akan kelalaiannya dan cuba baiki semula, tapi masih tak terdaya kerana tiada kekuatan jiwa). Golongan ini terserah kepada Allah. Yang sedar dan khusyuk itu mudah-mudahan diterima oleh Allah, mana yang lalai itu moga-moga Allah ampunkan dosanya, namun tiada pahala nilai sembahyang itu. Ertinya sembahyangnya tiada member kesan apa apa. Allah belum lagi cinta akan orang jenis ini.

Golongan Ketujuh


Golongan yang mengerjakan sembahyangyang tepat ilmunya, faham secara langsung bacaan dan setiap lafaz di dalam sembahyangnya. Hati dan fikirannya tidak terbawa-bawa dengan keadaan sekelilingnya sehingga pekerjaan atau apa pun yang dilakukan atau yang difikirkan diluar sembahyang itu tidak mempengaruhi sembahyangnya. Walaupun ia memiliki harta dunia, menjalankan kewajiban dan tugas keduniaan seperti perniagaan dan sebagainya namun tidak mempengaruhi sembahyangnya. Hatinya masih dapat memuja Allah di dalam sembahyangnya. Golongan ini disebut orang-orang soleh atau golongan abrar ataupun ashabul yamin.

Golongan Kelapan

Golongan ini seperti juga golongan tujuh tetapi ia mempunyai kelebihan sedikit iaitu bukan saja faham, dan tak mengingati dunia di dalam sembahyangnya, malahan dia dapt menghayati setiap makna bacaan sembahyangnya itu, pada setiap kalimah bacaan fatihahnya, doa iftitahnya, tahiyyatnya, tasbihnya pada setiap sujudnya dan setiap gerak gerinya dirasai dan dihayati sepenuhnya. Tak teringat langsung dengan dunia walaupun sedikit. Tapi namun ia masih tersedar dengan alam sekelilingnya. Pemujaan terhadap Allah dapat dirasai pada gerak dalam sembahyangnya. Inilah golongan yang dinamakan golongan Mukkarrabin (Yang hampir dengan Allah).

Golongan Kesembilan


Golongan ini adalah golongan yang tertinggi dari seluruh golongan tadi. Iaitu bukan saja ibadah sembahyang itu dijiwai di dalam sembahyang malahan ia dapat mempengaruhi di luar sembahyang. Kalau ia bermasalah langsung ia sembahyang, kerana ia yakin sembahyang punca penyelesai segala masalah. Ia telah fana dengan sembahyang. Sembahyang telah menjadi penyejuk hatinya. Ini dapat dibuktikan di dalam sejarah, seperti sembahyang Saidina Ali ketika panah terpacak dibetisnya. Untuk mencabutnya, ia lakukan sembahyang dulu, maka di dalam sembahyang itulah panah itu dicabut. Mereka telah mabuk dengan sembahyang. Makin banyak sembahyang semakin terasa lazat, sembahyanglah cara ia nak lepaskan kerinduan dengan tuhannya. Dalam sembahyanglah cara ia nak mengadu-ngadu dengan Tuhannya. Alam sekelilingnya langsung ia tidak hiraukan. Apa yang nak jadi disekelilingnya langsung tak diambil peduli. Hatinya hanya pada Tuhannya. Golongan inilah yang disebut golongan Siddiqin. Golongan yang benar dan haq.

Setelah kita nilai keseluruhan sembilan peringkat sembahyang itu tadi, maka dapatlah kita nilai sembahyang kita di tahap yang mana. Maka ibadah sembahyang yang boleh membangunkan jiwa, membangunkan iman, menjauhkan dari yang buruk, boleh mengungkai mazmumah, menanamkan mahmudah, melahirkan disiplin hidup, melahirkan akhlak yang agung ialah golongan tujuh, lapan dan sembilan sahaja. Sembahyangnya ada kualiti, manakala golongan yang lain jatuh pada kufur, fasik dan zalim.

Jadi dimanakah tahap sembahyang kita? Perbaikilah diri kita mulai dari sekarang. Jangan tangguh lagi. Pertama-tama soalan yang akan ditujukan kepada kita di akhirat nanti ialah solat atau sembahyang kita.

Marilah bersama membaiki solat kita agar segara dapat bantuan dari Allah, agar terhapuslah kezaliman, semoga tertegak kembali daulah Islam. Wallahualam bissawab.

Sembahyanglah Kamu, Sebelum Kamu Disembahyangkan

Labels:

posted by Amrixxx @ 4:17 PM, ,

Image Hosting by imagefra.me

Selamat Hari Ibu

Ibu bertahun kau derita.. hidup dalam susah sengsara…Sempena hari ibu aku ingin mendoakan keampunan n kemaafan kepada mak.. andai selama menjaga n membesarkan ambi..mak ade terguris hati melayan karenah ambi yg mcm2 ada…nakal & degil tuh xyah ckp ar.. dah mcm2 hukuman aku terima n aku amik hikmah dari hukuman tersebut..

Seterusnya,
aku rasa syukur ke-hadrat Ilahi kerana Mengurniakan pada aku seorang ibu yg tabah, sabar, tegas dan xambil hati ape org lain nak kate..Belasan tahun dulu, aku menjadi saksi sedih dlm peristiwa hati terluka seorang ibu dipulaukan oleh keluarga sendiri.. Kekadang ape yg org tua aku wat semua salah & serba xkena.. segala pendapat dan pandagn ditolak mentah2 oleh sedara mara..erm..

Sejarah aku ngan mak terlalu byk berbanding adik beradik aku yg lain coz setiap mase & saat waktu kecik , aku selalu berkepit ngan mak aku je.. ke pasar n kemana2 aku ar jadi peneman..pantang hilang sesaat aku akan cari.. kat aku jugak ar mak aku selalu mengadu & menangis menahan titisan air mata..Mak aku rela menghukum aku samada aku bersalah atau tidak semata2 nak puaskan hati anak orng lain..Terasa bagai ditusuk sembilu pilu bilamana zaman kecilku xpernah dimanjakan seperti kanak2 yg lain gara2 nak jaga hati anak org lain..erm..

Kegeraman aku mase tuh xleh nak wat ape2 coz masih mentah dan dilarang oleh mak utk berdendam ngan org..”Biarlah org nak wat atau nak kata kita ape pun.. yang penting kita xwat salah ngan orang.” ungkapan itu ar membuat aku terngiang2 ditelinga aku hingga sekarang.. kemarahan bertukar menjadi pemaaf dan memaafkan org walaupun terpaksa berderai air mata....tapi sekarang nih, tangisan dulu hanya menjadi senyuman je pada aku..xde ape nak didendamkan.. peristiwa hitam aku lari ke sekolah & xnak masuk sekolah mase tu pun aku berfikir semata2 nak jaga mak tanpa pedulikan mase depan..erm..Cukup ar sekadar itu luahan hati ku nih.. sebak rasanya dada ..

Pepun,
Alhamdulillah selepas aku melangkah ke menara gading dan hingga sekarang.. suara2 sumbang xberbunyi lagi utk dilemparkan pada mak coz mulianya seseorang itu bukan kerana pangkat,darjat dan harta.. tapi ilmu agama, akhlak yg baik dan anak yg soleh mendoakan kesejahteraan org tuanya....

Ape yg aku lakukan skg, aku dahulukan org tua aku dari kepentingan diri sendiri coz mase dia hidup nih ar aku curahkan bakti..klu ade kekurangan, InsyaAllah aku akan cukupkan.. Selamat hari IBU…

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:

"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." [Al Israa':24]

"Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." [Ibrahim:14]

"Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan." [Nuh:28]

"Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."

Labels:

posted by Amrixxx @ 4:52 PM, ,

Image Hosting by imagefra.me

Iklan Solat Yang Tiada Di Malaysia





Iklan2 teladan camnih sepatutnya mmg perlu ade kat malaysia coz mengingatkan remaja2 dan masyarakt islam khususnya di negara ini dari tidak lalai mengerjakan solat setelah tiba waktu..pujian harus diberikan kerana media berperanan sebagai badan pendakwah..erm..



Gambar adelah hiasan semata2.. mmg ade kena mengena ngan orang nih.. huhu

Labels:

posted by Amrixxx @ 8:24 PM, ,

Image Hosting by imagefra.me

The Authors

Blog "Kilauan Mataku" ini merencanakan perjalanan sisa hidup aku yang menempuh ranjau kehidupan yang penuh lakonan.. Pada Kilauan Mataku tiada ape yang indah melainkan aku dapat menempuhi segala kesulitan dengan tersenyum manish.. Kilauan Mataku tersenyum indah dan manja seolah-olah ku ketahui akan akhir hayat ku.. Sakitku alami ku pendamkan dengan menjauhkan diri dari teman untuk ku luahkan kesabaran & ketabahan ku.. Mataku seolah menitiskan air mata andai ku lihat Kilauan Mataku bersama teman-teman leka bersuka ria.. Ingatlah wahai Mataku.. Sesungguhnya dunia ini lautan yang dalam, dan manusia telah banyak karam didalamnya, oleh itu jadikan lah kapal mu didunia ini berbakti kepada Allah, muatannya Iman dan layar nya Tawakkal, mudah- mudahan kamu selamat".

"Khairul Amri"

Kilauan Dimataku

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..

Image Hosting by imagefra.me

Sajak Dimataku

Indah nian malam cemerlang
Bertaburan beribu bintang
Sayang rembulan bersendirian
Seperti tiada berteman
Sungguh ada beribu bintang
Hanya satu indah berseri
Walaupun berjuta sayang
Yang mana satu idaman hati

Cari bintang kejora
Berseri dan bercahaya
Tapi sayang dik sayang
Kejora di awang-awang
Kalau bulan yang kesepian
Jangan pungguk yang dirindukan
Jikalau mencari kawan
Bintang di awan sanggup temankan....


~Amrixxx~

Lets Shout

Aku Dimataku

Jika Dia Diam, Diamnya Sangat Menyenangkan.. Jika Dia Senyum, Senyumnya Sangat Membahgiakan... Jika,Jika & JIka... Semuanya Membuatkan Kita Selesa... Itulah Dia Insan Yang Punyai Akhlak Yang Terpuji..

click for more

Sedang Berkilauan Di Mataku

Links

Blog Mataku

Archives

Previous Posts

Recent Comment

IP Mataku

IP

Siaran Mataku

TV3TV9 dekat dihati NTV7GB | Grand Briliance

Berita HarianBaca paper... .: Harian Metro :.Your Independent News [ Malay Mail]HARAKAH daily

Sifoo GrafikDewan Bahasa & Pustaka MAXIS web MMSMAXIS web SMS

gengjurnal.netwebkl jiwang.netdigital dome Tokeikedai.netKhairilhusni | ..::K-rex20XX~~ Laman Informasi Anda ::..

Parti Pas Malaysia.: PARTI KeADILan Rakyat:.




Get this widget!


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com