Kilauan Mataku

QANA’AH DALAM KEHIDUPAN

Qana’ah artinya rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang yang berlebihan. Qana’ah bukan berarti hidup bermalas-malasan, tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Justru orang yang Qana’ah itu selalu giat bekerja dan berusaha, namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, ia akan tetap rela hati menerima hasil tersebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Sikap yang demikian itu akan mendatangkan rasa tentram dalam hidup dan menjauhkan diri dari sifat serakah dan tamak. Nabi Muhammad SAW Bersabda :

" Abdullah bin Amru r.a. berkata : Bersabda Rasulullah SAW, sesungguhnya beruntung orang yang masuk Islam dan rizqinya cukup dan merasa cukup dengan apa-apa yang telah Allah berikan kepadanya. (H.R.Muslim)

orang yang memiliki sifat Qana’ah, memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada pada dirinya adalah ketentuan Allah.

Firman Allah SWT :

" Tiada sesuatu yang melata di bumi melainkan ditangan Allah rezekinya". (Hud : 6)

B. Qana’ah dalam kehidupan

Qana’ah seharusnya merupakan sifat dasar setiap muslim, karena sifat tersebut dapat menjadi pengendali agar tidak surut dalam keputusasaan dan tidak terlalu maju dalam keserakahan. Qana’ah berfungsi sebagai stabilisator dan dinamisator hidup seorang muslim. Dikatakan stabilisator, karena seorang muslim yang mempunyai sifat Qana’ah akan selalu berlapang dada, berhati tentram, merasa kaya dan berkecukupan, bebas dari keserakahan, karena pada hakekatnya kekayaan dan kemiskinan terletak pada hati bukan pada harta yang dimilikinya. Bila kita perhatikan banyak orang yang lahirnya nampak berkecukupan bahkan mewah, namun hatinya penuh diliputi keserakahan dan kesengsaraan, sebaliknya banyak orang yang sepintas lalu seperti kekurangan namun hidupnya tenang, penuh kegembiraan, bahkan masih sanggup mengeluarkan sebagian hartanya untuk kepentingan sosial. Nabi SAW bersabda dalam salah satu hadisnya :

„ Dari Abu Hurairah r.a. bersabda Nabi SAW : „ Bukanlah kekayaan itu banyak harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati". ( H.R.Bukhari dan Muslim)

karena hatinya senantiasa merasa berkecukupan, maka orang yang mempunyai sifat Qana’ah, terhindar dari sifat loba dan tamak, yang cirinya antara lain suka meminta-minta kepada sesama manusia karena merasa masih kurang pusa dengan apa yang diberikan Allah kepadanya.

Disamping itu Qana’ah juga berfungsi sebagai dinamisator, yaitu kekuatan batin yang selalu mendorong seseorang untuk meraih kemajuan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap bergantung kepada karunia Allah.

Berkenaan dengan Qana’ah ini, Nabi Muhammad SAW telah memberikan nasehat kepada Hakim bin Hizam sebagaimana terungkap dalam riwayat berikut ini :

„ Dari Hakim bin Hizam r.a. Ia berkata : saya pernah meminta kepada Rasulullah SAW dan beliaupunmemberi kepadaku. Lalu saya meminta lagi kepadanya, dan beliaupun tetap memberi. Kemudian beliau bersabda : „ Hai Hakim ! harta ini memang indah dan manis, maka siap yang mengambilnya dengan hati yang lapang, pasti dieri berkat baginya, sebaliknmya siapa yang mengambilnya dengan hati yang rakus pasti tidak berkat baginya. Baaikan orang makan yang tak kunjung kenyang. Dan tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah. Berkata Hakim ; Ya Rosulullah ! Demi Allah yang mengutus engkau dengan kebenaran, saya tidak akan menerima apapun sepeningal engkau sampai saya meninggal dunia. Kemudian Abu Bakar RA. (sebagai Khalifah) memanggil Hakim untuk memberinya belanja ( dari Baitul Mal) tetapi ia menolaknya dan tidak mau menerima sedikitpun pemberian itu. Kemudian Abu Bakar berkata : Whai kaum muslimin ! saya persaksikan kepada kalian tentang Hakim bahwa saya telah memberikan haknya yang diberikan Alah padanya". (H.R.Bukhari dan Muslim )

Qana’ah itu bersangkut paut dengan sikap hati atau sikap mental. Oleh karena itu untuk menumbuhkan sifat Qana’ah diperlukan latihan dan kesabaran. Pada tingkat pemulaan mungkin merupakan sesuatu yang memberatkan hati, namun jika sifat Qana’ah sudah membudaya dalam diri dan telah menjadi bagian dalam hidupnya maka kebahagiaan didunia akan dapat dinikmatinya, dan kebahagiaan di akhirat kelak akan dicapainya. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam salah satu hadisnya :

„ Qana’ah itu adalah simpanan yang tak akan pernah lenyap". (H.R.Thabrani)

demikianlah betapa pentingnya sifat Qana’ah dalam hidup, yang apabila dimiliki oleh setiap orang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan mendorong terwujudnya masyarakat yang penuh dengan ketentraman, tidak cepat putus asa, dan bebas dari keserakahan,seta selal berfikir positif dan maju.

Betapa tidak, karena sebenarnya dalam Qana’ah terkandung unsur pokok yang dapat membangun pribadi muslim yang menerima dengan rela apa adanya, memohon tambahan yang pantas kepada Allah serta usahadan ikhtiar, menerima ketentuan Allah dengan sabar, bertawakkal kepada Allah, dan tidak tertarik oleh tipu daya dunia.


Firman Allah dalam Surah al-Baqarah ayat 195 :

…Dan janganlan kamu mencampakkan diri kamu ke dalam kebinasaan…



kredit to:- http://annilasyiva.multiply.com

Labels:

posted by Amrixxx @ 5:50 PM,

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home

Image Hosting by imagefra.me

The Authors

Blog "Kilauan Mataku" ini merencanakan perjalanan sisa hidup aku yang menempuh ranjau kehidupan yang penuh lakonan.. Pada Kilauan Mataku tiada ape yang indah melainkan aku dapat menempuhi segala kesulitan dengan tersenyum manish.. Kilauan Mataku tersenyum indah dan manja seolah-olah ku ketahui akan akhir hayat ku.. Sakitku alami ku pendamkan dengan menjauhkan diri dari teman untuk ku luahkan kesabaran & ketabahan ku.. Mataku seolah menitiskan air mata andai ku lihat Kilauan Mataku bersama teman-teman leka bersuka ria.. Ingatlah wahai Mataku.. Sesungguhnya dunia ini lautan yang dalam, dan manusia telah banyak karam didalamnya, oleh itu jadikan lah kapal mu didunia ini berbakti kepada Allah, muatannya Iman dan layar nya Tawakkal, mudah- mudahan kamu selamat".

"Khairul Amri"

Kilauan Dimataku

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..

Image Hosting by imagefra.me

Sajak Dimataku

Indah nian malam cemerlang
Bertaburan beribu bintang
Sayang rembulan bersendirian
Seperti tiada berteman
Sungguh ada beribu bintang
Hanya satu indah berseri
Walaupun berjuta sayang
Yang mana satu idaman hati

Cari bintang kejora
Berseri dan bercahaya
Tapi sayang dik sayang
Kejora di awang-awang
Kalau bulan yang kesepian
Jangan pungguk yang dirindukan
Jikalau mencari kawan
Bintang di awan sanggup temankan....


~Amrixxx~

Lets Shout

Aku Dimataku

Jika Dia Diam, Diamnya Sangat Menyenangkan.. Jika Dia Senyum, Senyumnya Sangat Membahgiakan... Jika,Jika & JIka... Semuanya Membuatkan Kita Selesa... Itulah Dia Insan Yang Punyai Akhlak Yang Terpuji..

click for more

Sedang Berkilauan Di Mataku

Links

Blog Mataku

Archives

Previous Posts

Recent Comment

IP Mataku

IP

Siaran Mataku

TV3TV9 dekat dihati NTV7GB | Grand Briliance

Berita HarianBaca paper... .: Harian Metro :.Your Independent News [ Malay Mail]HARAKAH daily

Sifoo GrafikDewan Bahasa & Pustaka MAXIS web MMSMAXIS web SMS

gengjurnal.netwebkl jiwang.netdigital dome Tokeikedai.netKhairilhusni | ..::K-rex20XX~~ Laman Informasi Anda ::..

Parti Pas Malaysia.: PARTI KeADILan Rakyat:.




Get this widget!


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com